Najwa Shihab, Maros 16 Oktober 2017
Situasi serba terbatas memang menjengkelkan
Hidup terkungkung penuh dengan pembatasan
Sedikit-sedikit tembok menjulang
Sedikit-sedikit larangan menghadang
Tak ada gunanya meratap penuh penyesalan
Keadaan takakan berubah hanya karena tangisan
Jauh lebih baik berbuat yang terbaik
Dengan melakukan tindakan-tindakan bajik
Kebaikan bisa dilakukan di mana saja
Walau sedang terpuruk dalam penjara
Badan boleh saja sedang terkurung
Namun hati dan pikiran tak bisa dibendung
Belajar apa saja yang tersedia
Dengan semangat perubahan selagi bisa
Membaca buku untuk memperkaya pikiran
Agar kepala tak melulu diisi dendam penyesalan
Karena masa depan niscaya selalu terbuka
Bagi mereka yang tidak ingin hidupnya sia-sia
Mengisi waktu dengan hal berguna
Sambil menanti pembebasan yang niscaya pasti tiba
Monday, 16 October 2017
Wednesday, 14 June 2017
Surat Cinta untuk Istri
Bismillahirrohmaanirrohiim...
Alhamdulillah
Segala puji kita panjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat yang terhitung banyaknya yang dikaruniakan kepada kita, Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam beserta para keluarga, sahabat dan pengikutnya yang setia berjalan diatas ajarannya hingga yaumil akhir kelak...
Istriku...
Di hari yang indah dan bahagia ini, ijinkan diri ini tuk ungkapkan rasa dalam hati melalui untaian kata yang sederhana ini.
Sungguh hanya karena kehendak Allah, di hari itu kita disatukan dalam suatu ikatan suci, telah ku ikrarkan janji sakral nan agung ini, perjanjian yang tak hanya disaksikan oleh para manusia, namun juga oleh Ilahi Robbi. Oleh karenanya saya akan pertahankan janji ini seberapa pun besar badai ujian menghantam bahtera keluarga kita.
Semoga dengan ikatan suci ini Allah senantiasa melindungi kita dari segala macam fitnah hati dan duniawi.
Istriku...
Begitu bahagia diri ini saat dulu kau nyatakan kesediaan dan keikhlasanmu untuk menerima pinanganku, menerimaku sebagai suamimu, menerimaku dengan segala lebih dan kurangku.
Sungguh tak dapat saya pungkiri bahwa sepi yang selama ini menggelayut di langit hati hajatkan hadirmu disisiku, saya akui bahwa saya hanyalah seorang lelaki biasa, dengan cinta yang biasa, oleh karenanya saya butuh hadirmu untuk jadikan cinta ini cinta yang tak lagi biasa.
Saya sadari padamu melekat kekurangan, namun saya ingin kau tahu bahwa ketika rembulan tak Purnama, tetap malam terhiasi teduh cahayanya, begitu pun inginku padamu, walau tak sempurna, kasih tulusmu akan tetap jadi hiasan hidupku, dengan balutan keanggunan cinta dalam indahnya taman takwa, berjalan kita bersama.
Istriku...
Saya tak dapat berjanji akan berikan dunia padamu, karena dunia ini hanyalah sementara waktu...satu yang menjadi janjiku adalah saya ingin dapat menjadi suami yang dapat buat bidadari-bidadari cemburu padamu, dengan taat dan patuhmu pada syariat Tuhanmu dan sunnah Rasulmu, dengan taat dan patuhmu padaku sebagai suamimu, hingga hanya Barokah dan Ridha Allah-lah yang senantiasa menaungimu dan hanya surgalah yang menjadi tempat kembalimu.
Istriku...
Lama saya mencari dan menanti, hingga Allah takdirkan dirimu untuk menjadi belahan hati ini, Allah jadikanmu tulang rusukku yang selama ini kucari sebagai pelengkap diri ini meniti jalan menuju keridhaan Ilahi.
Istriku...
Tahukah engkau, dalam setiap untaian doaku
dalam waktu-waktu mustajabnya sebuah doa selalu kusebut namamu…
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya
yang mencintai dan dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya
yang bisa menerima diriku apa adanya,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya
yang bersamaku membentuk rumah tangga
yang akan hadirkan barokah, ridho dan ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala,
istri yang cantik hati dan parasnya
yang mengingatkanku ketika saya salah dan khilaf,
istri yang sholehah yang cantik hati dan parasnya
yang jika dipandang membuatku semakin sayang,
jika saya pergi/tidak ada membuatku merasa aman karena bisa menjaga kehormatannya sebagaimana disebutkan oleh Nabi yang mulia dalam sabdanya.
Itulah nama-namamu yang selalu kusebut dalam untaian doaku,
yang dengan sebutan-sebutan itu juga doaku untuk dirimu,
sehingga aku ridho padamu dan Allah pun ridho padamu,
sehingga kelak surga-lah yang kan jadi tempat kembalimu.
Istriku...
Engkau tidaklah sebaik ibunda khadijah
tidaklah setegar ibunda khansa
tidaklah secerdas ibunda aisyah
tidaklah secantik ibunda zainab binti jahsyi
tidaklah sebijak ummu sulaim
Engkau hanyalah seorang perempuan yang berusaha merajut cinta Allah
dengan segala keterbatasan
Ijinkan saya menggapai dan menuntunmu mengarungi hari-hari
dalam bahtera cinta menuju keridhoan Ilahi
Istriku...
Saya sadar, sungguh sangat sadar, saya hanyalah manusia biasa, lelaki biasa,
tak seperti Nabi Muhammad SAW yang mulia dan paling baik terhadap keluarganya, tak seperti para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan para ulama salafus sholeh
yang begitu baik ibadahnya, yang zuhud kehidupannya,
yang begitu besar kecintaan mereka pada Nabi dan Rabb mereka.
Aku hanyalah lelaki biasa, umat Nabi Muhammad SAW
yang tengah berusaha untuk mengikuti sunnah-sunnahnya,
yang sedang berusaha untuk mencontoh akhlaknya.
Aku hanyalah lelaki biasa yang rindu kau hadir disisiku.
Istriku...
Ijinkan saya untuk membimbing langkahmu menuju keridhoan tuhanmu
Ijinkan saya untuk mensyukuri hadirmu
disisi sebagai anugerah terindah dari Ilahi Robbi dalam kehidupanku
Ijinkan saya jadikan bahu ini untuk kau jadikan sandaran
ketika lelah dan letih menyambangimu
Ijinkan saya jadikan tangan ini untuk membelaimu dengan penuh kasih sayang
dan untuk usap air matamu ketika sedih menghampirimu
Ijinkan saya untuk juga dapat merasai sedih dan bahagiamu
Ijinkan saya untuk mencintaimu dengan sederhana
Istriku...
Saya sadar dan kau pun sadari
bahwa bahagia tiada selalu menyertai,
terkadang jalan terjal harus bersama kita daki,
aral lintang harus kita lewati,
tak jarang kita harus mengusap air mata yang menetes di pipi,
namun itu tiada menyurutkan kita untuk langkahkan kaki,
dengan ilmu, kesabaran dan kemantapan hati, serta petunjuk Ilahi,
bersama kita melayar bahtera ini.
Istriku...
Jika cinta dapat lenyap karena hilangnya sebab
maka ijinkan saya untuk mencintaimu karena Allah
karena hanya Dia-lah Dzat yang Maha Hidup
Dan diakhir surat sederhana ini, di saat kau telah halal bagiku,
ijinkan saya untuk berucap kata yang selama ini ku pendam dalam hati bahwa “IJINKAN SAYA MENCINTAIMU KARENA ALLAH DUHAI ISTRIKU TERKASIH...”
Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita
mengarungi samudera kehidupan untuk meniti jalan Surga-Nya
Semoga Allah jadikan rumah tangga yang kita bina menjadi rumah tangga
yang sakinnah mawaddah wa rohmah, rumah tangga yang senantiasa terlimpahi barokah, rahmat, cinta, ampunan dan ridho Allah Subhanahu wa ta’ala
Semoga Allah karuniakan kepada kita anak keturunan yang shaleh dan shalehah...Aamiin...
dan semoga Allah mengabulkan Do'a kita
Dari suami yang mencintaimu
…I love you…
Wednesday, 9 March 2016
Soal TIK Tingkat SMA Kelas XII
Silahkan Di Sedot
TIK Kelas XII
Spesial Buat kalian Semua
" Satu Salah Hasilnya Eror"
||
||
||
||
||
\/
DOWNLOAD
Tuesday, 20 October 2015
CEWEK SULIT DI MENGERTI
Menurut sebagin besar pria, wanita adalah makhluk yang paling sulit dimengerti. BAnyak yang frustasi karena susah membuat wanita bahagia.
Jika dikatain cantik, dikira menggoda
Dibilang jelek, dikira menghina
Dikatain lemah, dia protes
BEgitu dibilang perkasa, malah nangis
Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng ga mau
Maunya emansipasi, tapi di bis disuruh berdiri ngomel2
Jika ditanya siapa yang paling dibanggakan, kebanyakan bilang ibunya
tapi anehnya wanita lebih bangga jadi wanita karir daripada jadi ibu rumah tangga seperti ibunya..
Kalo diingatin, mukanya merah
Kalo dikasi tahu, mukanya merah
KAlo dipuji,mukanya merah
Kalo marah, mukanya merah
Kok sama semua..?? Bingung kan??
Ditanya ya atau tidak, jawabnya diam
Ditanya tidak atau ya, jawabnya diam
Ditanya ya atau ya, jawabnya diam
Ditanya tidak atau tidak, jawabnya diam
Ya udah kita juga diam, eh malah dianya yg marah
Disangkanya kita dukun apa, bisa nebak hati orang..????
Dibilang ceriwis, marah
Dibilang berisik, ngambek
Dibilang banyak mulut, tersinggung
Tapi kalo dibilang SUPEL, wow.. seneng banget...
Padahal maksudnya sama aja kan..???
Enggak senang kalo dibilang gemuk
Padahal maksud kita sehat gitu lho...
Dibilang kurus malah senang..
Padahal dalam hati "kenapa lo jadi begini?!!"
itulah WANITA, makin bingung kita, makin senanglah dia ...
betul?
Jika dikatain cantik, dikira menggoda
Dibilang jelek, dikira menghina
Dikatain lemah, dia protes
BEgitu dibilang perkasa, malah nangis
Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng ga mau
Maunya emansipasi, tapi di bis disuruh berdiri ngomel2
Jika ditanya siapa yang paling dibanggakan, kebanyakan bilang ibunya
tapi anehnya wanita lebih bangga jadi wanita karir daripada jadi ibu rumah tangga seperti ibunya..
Kalo diingatin, mukanya merah
Kalo dikasi tahu, mukanya merah
KAlo dipuji,mukanya merah
Kalo marah, mukanya merah
Kok sama semua..?? Bingung kan??
Ditanya ya atau tidak, jawabnya diam
Ditanya tidak atau ya, jawabnya diam
Ditanya ya atau ya, jawabnya diam
Ditanya tidak atau tidak, jawabnya diam
Ya udah kita juga diam, eh malah dianya yg marah
Disangkanya kita dukun apa, bisa nebak hati orang..????
Dibilang ceriwis, marah
Dibilang berisik, ngambek
Dibilang banyak mulut, tersinggung
Tapi kalo dibilang SUPEL, wow.. seneng banget...
Padahal maksudnya sama aja kan..???
Enggak senang kalo dibilang gemuk
Padahal maksud kita sehat gitu lho...
Dibilang kurus malah senang..
Padahal dalam hati "kenapa lo jadi begini?!!"
itulah WANITA, makin bingung kita, makin senanglah dia ...
betul?
Saturday, 13 December 2014
Monday, 1 December 2014
-.-/../.../..///-.-/../.../../# -/../-.-/#
setiap hari aku melalui jalan ini
entah berapa kali telah ku lalui
rumput yang dulu subur
kini mulai mengering
bukan karena musim yang berganti
alas kaki ku lah yang membuatnya begini
bagaimana tidak...
tiap hari harus rela menopang
berat tubuh ku yang penuh dengan dosa
keinginan untuk menggapai cita
bukan ilmu, tapi hanya nilai semata
aku harus bangun lebih awal dari mereka
menempuh jalan berkilo-kilo meter
diterpa terik mentari
kadang juga harus basah diguyur hujan
semuanya tak pernah saya hiraukan
tapi ketika masa ini telah tiba
harus memeras otak me-review
apa yang telah aku lakukan
mulai awal hingga hari ini
aku harus mampu menyelesaikannya
tak mengenal dengan cara apapun
aku harus mendapatkan nilai yang bagus
jika harus dibandingkan dengan mereka
walau sebenarnya itu bukanlah bagian dari apa semuanya
semoga Tuhan lebih tahu dengan pa yang aku lakukan
semoga juga ini bukan lah bagian dari dosa
yang hanya membuat buku harian dosaku bertambah lagi.
DOWNLOAD
entah berapa kali telah ku lalui
rumput yang dulu subur
kini mulai mengering
bukan karena musim yang berganti
alas kaki ku lah yang membuatnya begini
bagaimana tidak...
tiap hari harus rela menopang
berat tubuh ku yang penuh dengan dosa
keinginan untuk menggapai cita
bukan ilmu, tapi hanya nilai semata
aku harus bangun lebih awal dari mereka
menempuh jalan berkilo-kilo meter
diterpa terik mentari
kadang juga harus basah diguyur hujan
semuanya tak pernah saya hiraukan
tapi ketika masa ini telah tiba
harus memeras otak me-review
apa yang telah aku lakukan
mulai awal hingga hari ini
aku harus mampu menyelesaikannya
tak mengenal dengan cara apapun
aku harus mendapatkan nilai yang bagus
jika harus dibandingkan dengan mereka
walau sebenarnya itu bukanlah bagian dari apa semuanya
semoga Tuhan lebih tahu dengan pa yang aku lakukan
semoga juga ini bukan lah bagian dari dosa
yang hanya membuat buku harian dosaku bertambah lagi.
DOWNLOAD
Saturday, 14 June 2014
Catatan Ringkas Sejarah Palang Merah Remaja (1) Periode 1950-an: Palang Merah Pemuda ke Korps PMR
Kegiatan Palang merah Pemuda di Jakarta 1950-an (sumber Foto: Majalah Palang Merah 1950-an)
Sewaktu saya duduk di bangku SMA saya memilih mengikuti kegiatan ekstra kurikuler Palang Merah Remaja. Yang saya tahu waktu itu kami dilatih PPPK, materi ilmu kesehatan dan kepalangmerahanan. Setiap setahun paling tidak PMR Sekolah saya ikut lomba tingkat kecamatan, tingkat wilayah hingga tingkat DKI Jakarta. Pada msa itu yang saya tahu PMR atau Junior Red Cross lebih dahulu ada di negara-negara Eropa, Amerika dan Australia sewaktu Perang Dunia I berkecamuk. Baru setelah kuliah saya iseng-iseng menelusuri cika-bakal PMR di berbagai perpustakaan.
Di Indonesia cikal bakal PMR adalah Palang Merah Pemuda. Secara resmi Palang Merah Pemuda disebutkan bahwa didirikan pada 1 Maret 1950 oleh Siti Dalima. Ketika didirikan terdapat 15 cabang dan 2047 anggota. Tujuan pendirian Palang Merah Pemuda ialah menyebar benih kepalangmerahan di kalangan pemuda dan pemudi Indonesia di bawah umur 18 tahun. Namun keikutsertaan remaja dalam palang merah sudah terjadi sejak Perang Kemerdekaan. Bahkan sejumlah remaja menjadi korban.
Dalam buku Dr. AH Nasution, Sekitar Perang kemerdekaan IV : Agresi Militer I, Bandung: Angkasa 1978 disebutkan bahwa organisasi Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) juga punya unit Palang Merah Pemuda. Ada juga Palang Merah Pemuda yang bekerja di PMI. Ketika terjadi agresi, anggota PMP ini hilir mudik membawa korban luka dalam pertempuran ke Kota Malang. Ketika Malang jatuh ke tangan Belanda pada 31 Juli 1947, tentara KNIL dituturkan membunuh dua orang anggota PMP yang terperangkap di RS Celaket.
Kegiatan PMP pada 1950 menurut buku Sejarah Pembentukan PMI 1945-1953, terbitan PMI Jakarta, 1953 membuat barang kerajinan untuk ditukarkan dengan barang kerajinan yang dibuat sesama anggota Palang Merah Pemuda dari negara lain. Pada waktu meletus peristiwa Republik Maluku Selatan, anggota PMP memberikan barang-barang ini kepada anak-anak yang tinggal di Ambon dan sekitarnya. Mereka juga membantu menyalurkan susu yang disumbangkan UNICEF kepada anak-anak sekolah. Pada masa itu kegiatan PMP tidak berbasis di sekolah-sekolah seperti sekarang, tetapi membentuk komunitas- komunitas, seperti halnya juga kegiatan kepanduan masa itu.
Dalam Majalah Palang Merah Indonesia edisi 3 Tahun I Juni 1950 disebutkan perhimpunan Palang Merah Pemuda melaksanakan pekerjaannya berdasarkan azas-azas yang sama. Sekalipun sesuatu negara leluasa menyesuaikan azas-azas ini dengan keadaan dalam negara tersebut. Di antaranya adalah anggota PMP harus mengetahui pemeliharaan kesehatan. Mulai dari menjaga kesehatan diri,mandi dua kali sehari, sikat gigi pagi dan sore, cuci tangan dan gunting kuku (pada masa itu masih banyak yang tidak mengetahui), hingga bercacar untuk mencegah penyakit cacar (hingga 1970-an penyakit cacar masih menjadi wabah di beberapa tempat di Indonesia).
Yang menarik adalah anggota PMP diminta ikut membagikan buah-buahan dan susu ke anak sekolah, membuat taman bacaan, hingga mengunjungi dan menghibur anak-anak yang sedang dirawat di rumah sakit, sanatorium atau institut anak-anak buta dan cacat. Selain latihan praktek PPPK, anggota PMP juga ikut terlibat kalau terjadi bencana alam. Persahabatan internasional juga disinggung karena akan membuat anak sekolah bisa mengenal anak-anak dari negera lain lewat album yang disusun, boneka-boneka yang diberikan apakaian asli negera setempat yang saling dipertukarkan. Bahkan melalui pertukaran lagu-lagu melalui piringan hitam.
Kegiatan PMP di berbagai daerah cukup variatif dan menarik. PMP Cabang Yogyakarta seperti yang diungkapkan dalam Majalah PMI Tahun II No.9 September 1951. Pada 9-27 Juli 1951 PMP Yogyakarta mengadakan propaganda keliling memutar film mengenai kesehatan, sosial, pendidikan hingga film berita dalam dan luar negeri. Mereka juga mengunjungi rumah yatim Wiloso Prodjo di Kabupaten Bantul, Rumah Yatim Muhamadyah di Godean, mengunjungi sanatorium Pakem, serta sebuah rumah yatim lainnya di Kota Gede.
Palang Merah Pemuda Cabang Bandung bahkan sudah terlibat dalam penanggulangan masalah pengungsi akibat Pemberontakan Darul Islam. Misalnya pada Mei 1951 mereka mengumpulkan pakaian layak pakai untuk dibagikan ke para pengungsi di Majalaya. (Majalah PMI, Juni 1951). Pada Maret 1952 anggota PMP Bandung ini juga ikut serta dalam perataan Bandung Kota Kembang. Anggota PMP membantu membagikan bunga sambil membawa kaleng-kaleng untuk dana PMI (Majalah PMI, Tahun ke III, No 4, April 1952).
Aksi sosial Palang Merah Pemuda Bandung pada 1950-an (Kredit Foto:Majalah PMI, 1950-an)
Pada pertengahan 1952 anggota PMP Cabang Jakarta dipimpin langsung oleh Siti Dalima ikut bersama rombongan pemerintah mengunjungi Pulau Panggang, di Kepulauan Seribu. Mereka memberikan give noxes kepada anak-anak di kepulauan itu (Majalah PMI, Tahun III/edisi 7, Juli 1952) . Pada 1950-an karena keterbatasan transportasi masyarakat Pulau Seribu termasuk masyarakat terpencil. Majalah PMI juga beberapa kali mengungkapkan Pulau Endam yang menjadi tempat penampungan anak-anak terlantar dari Jakarta.
Aktifis PMI waktu itu, Roswita Djajadiningrat dalam tulisannya ”Fungsi Sosial dalam Gerakan-gerakan Pemuda” menyebutkan bahwa anggota PMP sebaiknya juga mengadakan kegiatan perkemahan seperti halnya kepanduan. Dia juga meminta anggota PMP dapat memberi pertolongan kepada sesama manusia di mana pun berada, seperti di rumah, sekolah, bahkan di kawasan pertokoan. “Pekerjaan sosial tidak usaha mempersoalkan aliran politik yang diikutinya,” kata Roswita.
Aktifitas Palang Merah Pemuda menarik perhatian luar negeri. Pada 13-25 Juli 1954 atas undangan Liga Perhimpunan Palang Merah Nasional di Genewa, PMP Indonesia menghadiri Stuide Centrum Junior Red Cross di Istambul, Turki. Yang diutus Nona Sunarti dari Palang Merah Indonesia Yogyakarta. Bersama wakil-wakli adri 14 negara lainnya dibahas perkembangan baru PPPK, Pernafasan Buatan, bagaimana bertindak bila terjadi bencana alam, serta temu pikiran antara organisasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Pikiran Rakjat, 16 Juni 1954).
Pelatihan Korps Palang Merah Remaja
Star Weekly edisi 508, 24 September 1955 menyebutkan ada pelatihan sejumlah pemuda dan pemudi di kawasan Cillitan Jakarta. Pada dada sebelah kiri tercantum sehelai karton berwarna hijau-putih, kuning-putih atau putih-putih seluruhnya. Di atas karton-karton itu terlihat tulisan dalam huruf cetak dengan tinta hitam. Mereka seperti mengikuti pelonco tetapi usianya melampaui batas umurnya. Mereka adalah kader-kader Korps Sukarela dan Korps Remaja Palang Merah Indonesia mengikuti latihan selama 10 hari dalam pusat latihan selama 10 hari dalam pusat latihan dalam Pusat pendidikan Kesehatan Lapangan dari Angkatan darat. Yang memakai warna hijau putih dari Korps remaja dan yang Kuning-Putih dari Korps Sukarela dan yang putih-putih adalah keduanya.
Hingga 1955 Korps Remaja PMI mempunyai anggota sekitar 7000 anggota di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari Sekolah Rakyat hingga Sekolah Lanjutan Atas. Ada juga dari kalangan mahasiswa yang membantu. Batas umur untuk anggota Korps Remaja ialah 18 tahun, sesudah itu mereka beralih ke Korps Sukarela atau tetap membantu memimpin Korps Remaja. Pendidikan atau pelatihan Korps Remaja bertujuan menimbulkan kesadaran akan pekerjaan kemanusiaan, rasa suka menolong, pengetahuan fundementil mengenai pekerjaan kepalangmerahan.
Di Jakarta kegiatan membantu pengumpulan uang-fundraising- untuk PMI. Caranya dengan meneirma upah dari pekerjaan mereparasi gedung sekolah. Pekerjaan yang layak untuk penduduk, misalnya membersihkan rumah dan hasilnya disumbangkan untuk PMI. Mereka juga melaksanakan pemberian hiburan kepada pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit dan sanatoria dengan pertunjukkan sandiwara atau lelucon. Mereka juga mengadakan hubungan dengan sesama anggota palang merah remaja dari negara lain dengan tukar-menukar foto-album .
Pusat latihan ini dibuka secara resmi pada 10 September 1955 dalam rangka peringatan hari ulang tahun PMI ke 10. Jumlah kader Korps sukarela hingga 1955 skeitar 250 orang dan dalam kesempatan itu juga dilatih 30 orang kader yang diberikan kecakapan mengatur dapur umum, pengungsian, pengangkutan, pemindahan darah. Tentunya juga Pertolongan Pertama pada Kecelakaan.”Minat menjadi pekerja sukarela besar tetapi belum ada kader,maka belum dapat dikembangkan. Minat pada kaum wanita juga besar, tetapi sayang kurang bulat,” ujar Paramita Abdurrahman, Sekjen PMI Pusat.
Di antara kader wanita yang disebutkan dalam artikel itu adalah Murniati,kader dari Jakarta. Dia bergabung dalam koprs tersebut sejak November 1953, pada angkatan pertama. Murniati ini dituturkan sudah mampu memberikan pertolongan korban-korban kebakaran di Jakarta. Dia mengakui bahwa minat kaum wanita di Jakarta belum besar. Mereka tidak diberikan penggantian kerugian kalau mengikuti kegiatan, tetapi kalau bertugas di luar daerah diberi uang saku selama 10 hari. Biaya perjalanan ditanggung setiap cabang.
Hadi dari Klaten pada Star Weekly menceritakan bahwa jumlah Korps Sukarela di Klaten sebetulnya sekitar 450 orang. Namun yang dapat dikerahkan 25 orang Mereka sudah terlibat dalam pekerjaan memberikan pertolongan kepada korban-korban Merapi dan banjir. Korps Palang Merah Remaja sendiri belum ada di Klaten. Sebaliknya di Lombok,Korps Sukarela tidak ada, yang ada malah Korps Palang Merah Remaja. Di antaranya ada yang datang dari kalangan wanita.
Subscribe to:
Posts (Atom)